Tayub Yang Masih Eksis Di Tempatku

Ilustrasi
Salam BlogDetik..
Tradisi tayub di desaku tetap Eksis - Aku masih ingat waktu itu bulan ( Dulkhaijah ) / untuk jawanya bisa di bilang ” Bulan Besar ” , Di desaku mengadakan acara kesenian tayub ( nanggap tayub ) dalam rangka Slametan desa / BerDeSo = Bersih Desa , Seperti tahun2 sebelumnya bahkan dari jaman nenek moyang tradisi tayub sudah ada & sudah menjadi tradisi warga di desaku , Tayub adalah kesenian ” Tari dari jawa timur “ hampir mirip dengan tradisi di jawa barat yaitu ” Tari Ronggeng ” , Namun mempunyai perbedaan sendiri & yg membedakan adalah suara musiknya ( Gamelan ) . Tayub sebenarnya adalah perkumpulan tiap kelompok dari berbagai desa , Mereka datang ke tempat hiburan tayub atas undangan yg di selenggarakan di desa lain ( tetangga desa ) Dan menjadikan tradisi tayub ini sebagai ajang untuk bersosialisasi tepatnya menjaga kerukunan antar desa .. Kadang kala kesenian ini di hadirkan untuk merayakan pernikahan , sunatan / acara lainnya.
Lanjut lagi ya
Di desaku tradisi tayub di mulai di bulan dulkhaijah/Besar seperti yg tertulis diatas , Karena pada bulan itu di percaya pertama kali desaku di bangun (Babat Alas deso) Oleh sesepuh desa yang sekarang makamnya sangat di keramatkan , Pagi hari sebelum acaranya di selenggarakan aku & para tetangga melaksanakan kenduri (Slametan) dulu di balai desa & di tuntun oleh juru kunci setempat , Lalu pada malam hari tayub sudah mulai di gelar selama 3 hari 2 malam , bisa di bayangkan ramainya desa saat itu , Apalagi di dukung orang2 yg berjualan dari berbagai desa yg telah mengetahui bahwa di desa kami menyelenggarakan acara kesenian ini .

Ilustrasi
Di dalam kesenian tayub intinya adalah seperti merayakan ulang tahun seseorang , Namanya juga hiburan dari berbagai kalangan mulai dari yg tua sampai yang muda semua ikut berpartisipasi merayakanya , Didukung Sinden (Penyanyi) dan perangkatnya , Ada juga yg minum beralkohol ( Bir ) tapi tetap dalam batas kewajaran . Tayub di kenal dari jaman dahulu sebelum agama islam masuk di indonesia , Menurut mitos kesenian tayub memiliki hal magic bagi yang mempercayai , Mitosnya adalah dengan menghadirkan kesenian tayub dan mempersembahkan kesenian ini kepada leluhur maka kehidupan masyarakat sekitar akan mendapatkan keberkahan dalam bidang apapun , Nah Looo.. Tapi tidak lupa mereka lebih dulu memanjatkan doa kepada sang pencipta yaitu ALLAH SWT.
Sampai sekarang setiap tahun di desaku selalu memperingati & menyelenggarakan acara kesenian tayub , karena kesenian seperti ini harus tetap di pertahankan walapun dengan tujuan slametan deso ! Karena dengan pertumbuhan jaman yg semakin modern takutnya warisan kesenian jawa ini akan terlupakan , Ari arwana berbicara
” Ambil tulisan positifnya jika ada kesalahan saya mohon maaf yang sebesar2nya Ok ”
Wassalam .







Walaupun di balik seni tayub ada cerita-cerita erotis dan sebagainya, nilai positif budaya daerah harus terus dilestarikan. Terutama keseniannya.
[Reply]
aridiansetiawan Reply:
Februari 16th, 2012 at 20:23
benar bro..
[Reply]
ahh..i always like it kalo ada bloger yg share ttng kebudayaan apalagi budaya tmpt tinggal nya yg aku blom pernah tau. nice post.
salam knal ya dr bogor:)
[Reply]
aridiansetiawan Reply:
Februari 16th, 2012 at 20:22
salam kenal juga..
[Reply]
Tayup, Jaipong, Kiliningan, Tarling dan sejenisnya adalah sarana sosialisasi masyarakat tempo dulu. Konon sekarang Tarling di Cirebon dipadu dengan musik Dangdut atau Solo Organ agar dapat diterima masyarakat.
Saya pernah disuguhkan tarian Tayub sebagai hiburan yg dikemas dalam industri pariwisata di Jawa Timur dan cukup menghibur. Lagu yg sampai sekarang tidak terlupakan adalah Selendang Biru.
[Reply]
aridiansetiawan Reply:
Februari 16th, 2012 at 20:22
iya.. semoga selalu terkenang.. karena bangsa indonesia memiliki berbagai budaya.
[Reply]